Tuesday, June 5, 2012

Thariqoh Mampu Menjadi Kekuatan Perlawanan

Perjalanan Indonesia hingga detik ini, tidak dapat dilepaskan dari peran yang disumbangkan oleh thariqah. Dalam rumpun Melayu, misalnya, thariqah mampu merangkai ragam kehidupan masa lalu, baik yang berasal dari agama Hindu, Budha, maupun agama lainnya, menjadi corak keislaman Nusantara.

Demikian dinyatakan ketua Jam’iyyah Ahlut Toriqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) wilayah Yogyakarta KH Abdul Muhaimin dalam acara istighotsah yang digelar oleh Mahasiswa Ahlut Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN), akhir pekan kemarin.

Muhaimin menolak pandangan sebagian pihak yang menyatakan bahwa thoriqah adalah penyebab kemunduran Islam. menurutnya, justru pada masa penjajahan, thariqah mampu menjadi kekuatan perlawanan yang berhasil mengusir penjajah dari bumi nusantara ini. 

"Saat ini thoriqah menjadi kekuatan penolak terhadap serangan kapitalisme global dan pola keagamaan yang sangat fofmal. Tahu kulit Islam, tapi tidak tahu apa isi Islam," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH Adib Zain, Sekretaris Jenderal  JATMAN yang mengisi mau’idhah hasanah sekaligus sambutan atas nama Habib Luthfi bin Ali bin Yahhya, ketuan JATMAN, mengulas tuntas fungsi thriqah. “Dengan berthoriqah, kita dapat mengimplementasikan hadits Nabi yang berbunyi shalluu kamaa raaytumuuni ushallii,” ungkapnya.

Adib menjelaskan pentingnya berguru kepada seorang yang jelas jalur perguruannya serta jalur perguruan tersebut bermuara di Rasulullah SAW. 

“Karena kita tidak dapat melihat bagaimana sholat Rasulullah secara langsung. Kita hanya bisa menirukan sholat guru kita yang juga mencontoh sholat gurunya dan gurunya juga menirukan sholat gurunya, hingga sampai pada tabi’in, sahabat, dan Rasulullah,” paparnya.


sumber : www.nu.or.id

Ditulis Oleh : ircham yahya // 8:12 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment