Saturday, May 26, 2012

NU-Muhammadiyah Makin Mesra

Dua organisasi keagamaan yang dulu di kenal berseberangan, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kini telah menjalin kemesraan. Mereka merajut tali silaturrahim dengan melakukan kunjungan guna membahas berbagai persoalan masyarakat yang mengemuka.

Diawali dengan kunjungan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Brebes kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), di Gedung NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Rabu Sore (23/5).

Kunjungan yang dipimpin Ketua PD Muhammadiyah H Mualim Hartono di dampingi 13 Pengurus, diterima langsung oleh Ketua PC NU Brebes H Athoillah SE MSi beserta 9 orang Pengurus Cabang (PC) NU.

Athoillah menyambut baik kunjungan PD Muhammadiyah. “Lewat jalinan silaturrahim akan dimudahkan dalam memecahkan masalah, dipanjangkan umur dan dimudahkan rejekinya oleh Allah SWT. Apalagi, Muhammadiyah yang dilahirkan lebih dulu, menandakan ibarat Kakak yang tengah menyayangi adiknya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mualim Hartono menyampaikan kebanggaanya kepada NU sebagai organisasi terbesar dan tersebar di Brebes maupun di Indonesia. Meski secara resmi belum pernah melakukan kunjungan, tetapi dalam keseharian, hubungan personal terjalin harmonis. Lewat kunjungan ini, meneguhkan kebersamaan.

Lebih lanjut Mualim Hartono menegaskan, kunjungan ke PCNU bukan untuk membicarakan persoalan Pemilukada Brebes. Karena Muhammadiyah maupun NU bukan partai politik, tetapi organisasi yang mengurusi persoalan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.  “Tidak ada deal-dealan soal Pemilukada,” ujarnya sembari tersenyum kepada Wartawan.

Suasana terlihat gayeng, diskusi kecil yang diselingi dengan humor pun kerap mencuatkan seloroh yang membuat hadirin menjadi tertawa. Terutama berbagai joke-joke yang dilontarkan Ketua PCNU Brebes H Athoillah yang terkenal dengan humor segarnya.

Kunjungan berlangsung sekitar 1 jam. PD Muhammadiyah tetap menghormati tuan rumah dengan melepas alas kaki. “NU memang memiliki budaya santri yang kental, masuk kantor saja harus lepas sepatu,” seloroh Mualim.

Persoalan kilafiyah, tidak ada pembahasan sama sekali. Yang menjadi perbincangan adalah, masalah sosial kemasyarakatan yang mengemuka di Brebes. “Kalau hal-hal yang menyangkut kesalehan sosial, bisa kita kerjakan bareng. Apalagi yang menyangkut kemaslahatan umat,” sambung Drs Rosikin Abdul Gani yang juga anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN).


sumber : www.nu.or.id

Ditulis Oleh : Unknown // 11:36 PM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment