Tuesday, May 1, 2012

Tahlilan Dalam Pandangan NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir (HTI), Majelis Rasulullah, FPI dan Lainnya

Tulisan ini semata-mata untuk memberikan informasi berimbang tentang pandangan organisasi-organisasi Islam terkait kegiatan Tahlilan. Dimana diantara organsasi Islam, tahlilan disetujui namun ada juga yang tidak setuju.

NAHDLATUL 'ULAMA (NU)

NU atau Nahdlatul 'Ulama (Kebangkitan Ulama') sejak awal memang terkenal dengan kegiatan tahlilan-nya. Kegiatan tahlilan menyebarkan bahkan mengakar di lingkungan masyarakat yang tersebar dakwah nahdliyyin, walaupun sebenarnya tahlilan tidak hanya dilakukan oleh warga nahdliyyin namun juga kaum Muslimin lainnya sebab tahlilan sudah ada sejak dahulu bahkan tidak hanya di Indonesia. Tahlilan banyak dibahas dalam buku-buku yang diterbitkan, situs remsinya http://www.nu.or.id, majalah-majalah yang diterbitkan NU dan lain sebagainya juga artikel-artikel yang ditulis oleh Masyayikh NU bahkan santri-santri NU baik senior maupun junior, termasuk juga para simpatisannya. Yang mana intinya tahlilan diterima, dilaksanakan dan dipertahankan dengan baik oleh mereka.silahkan dapatkan buku-buku yang mudah dipahami seperti seperti :

  • TAHLIL DAN KENDURI - Tradisi Santri dan Kiayi,
  • Tahlil dalam Perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah,
  • Landasan Amaliyah NU,
  • Mutiara Hujjah - Kupas Tuntas Keshohihan Sholat Tarowih 20 Rakaat, Ziaroh Kubur, Tawassul dan Amal-Amal yang berkaitan dengannya, 
  • Ternyata Aku Orang NU - Kupas Tuntas Tradisi dan Amaliyah NU,
  • Menjawab Vonis Bid'ah - Kajian Pesantren, Tradisi & Adat Masyarakat, 
  • Bid'ahnya Tuduhan Bid'ah - Telaah Kritis Atas Buku : "Penjelasan Gamblang Seputar Hukum Yasinan, Tahlilan & Selamatan" karya Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali, 
  • Dan lain sebagainya.
MUHAMMADIYAH

Organisasi yang digagas oleh KH. Ahmad Dahlan ini termasuk organisasi yang dikenal sebagai organisasi tidak menyetujui kegiatan tahlilan. Sehingga inilah yang kadang menjadi perdebatan dengan Nahdlatul 'Ulamaa', namun pada dasarnya perdebatan terjadi pada tingkat elit dalam bidang keilmuan Islam, sedangkan pada tingkat akar rumput, masyrakat kebanyakan berbaur dalam kegiatan tahlilan walaupun ada juga yang tidak. Berikut diantara pernyataan resmi Muhammadiyah terkait tahlilan dalam sebuah jawaban dari pertanyaan dari Siswo S., Mojokerto, Jawa Timur (disidangkan pada Jum’at, 19 Ramadan 1429 H / 19 September 2008 M)  :

"Masalah tahlilan orang yang meninggal dunia merupakan masalah khilafiyah (terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama). Di kalangan para pendukung gerakan Islam pembaharu (tajdid) yang berorientasi kepada pemurnian ajaran Islam, seperti Muhammadiyah, sepakat memandang tahlilan orang yang meninggal dunia sebagai bid'ah yang harus ditinggalkan karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah. Adapun para pendukung gerakan Islam tradisional maupun gerakan tarekat, cenderung membolehkan dan bahkan menganjurkan tahlilan bagi orang yang meninggal dunia".
FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

Organisasi yang sangat aktif amar ma'ruf nahi mungkar dan di asuh oleh al-Habib Rizieq Syihab bukanlah organisasi yang kontra tahlilan namun organisasi yang selalu mengamalkan tahlilan termasuk juga cabang-cabangnya. Sedangkan berikut sedikit informasi yang mudah diketahui tentang tahlilan FPI.
"Penangkapan 58 anggota FPI termasuk sang Ketua Habib Rizieq Shihab membuat para anggota FPI yang tersisa cukup syok. Tahlilan dan pengajian pun digelar. Tahlilan diikuti sekitar 30-an anggota FPI usai salat Magrib di Masjid Al Islah, Rabu (4/6) malam. Usai salat isya, tahlilan dilanjutkan dengan pengajian yang diisi ceramah seorang habib. "
 
HIBUT TAHRIR INDONESIA

Adapun terkait Hizbut Tahrir sendiri -dalam hal ini adalah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)- sebagainya tercantum didalam website resminya nya (hizbut-tahrir.or.id), menyatakan sebagai berikut :

"Terkait dengan tahlilan, beliau menyampaikan bahwa hizbut tahrir tidak anti tahlilan karena ada syabab hizbut tahrir yang juga ikut tahlilan, tapi disisi lain HT tidak memerintahkan anggotanya untuk tahlilan, kalau Tahlil Siyasiy (penyadaran politik) HT senantiasa menyerukan kepada anggotanya."
Bahkan terkait petinggi HTI Indonesia yaitu Ust. Muhammad Shiddiq al-Jawi yang mengasuh rubrik tanya jawab di majalah HTI (Media Umat), dalam situsnya [khilafah.org] mengatakan bahwa :

"Atas dasar itulah, menurut pengasuh, jika kita menghadiahkan pahala bacaan al-Qur`an kepada Rasulullah SAW, para imam dan ulama, atau saudara-saudara kita yang sudah meninggal, insya Allah pahalanya akan sampai kepada mereka".
RIFA'IYYAH

Tentang organisasi Rifa'iyyah dapat di baca di situs Tanbihun . Adapun terkait Tahlilan, dalam sebuah artikel yang di tulis di situs tersebut ketika menanggapi isu tahlilan haram, disebutkan :

"Perkembangan masalah kelompok oknum rifaiyah yang mengharamkan,tahlil,ziarah kubur,membaca al-barzanji, masih sangat menarik dicermati. Karena ini menyangkut amaliyah yang sudah menjadi amaliyah mayoritas jamaah rifaiyah
Kalau pengusung anti tahlil dari kalangan rifaiyah ini memang mempunyai jiwa ilmiah, anggap saja ini undangan dari kami, ayo kita gelar diskusi terbuka membahas masalah ini"

MAJELIS RASULULLAH

Hadirnya Majelis Rasulullah (http://www.majelisrasulullah.org) yang di asuh oleh al-'Allamah al-'Arif Billah al-Habib Munzir al-Musawa memberikan angin segar kepada mereka yang pro tahlilan, sebab didalam website tersebut terutama didalam forum tanya jawabnya cukup banyak menjawab pertanyaan seputar tahlilan. Ada baiknya yang ingin mengetahui lebih jauh mengunjungi situs resminya atau juga bisa membaca paparan al-Habib Munzir berikut ini

"Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’alaa dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih, Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain. Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya istilah atau namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama.".

PERSIS (PERSATUAN ISLAM)

Persis merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok Islam yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.

Terkait pendangannya tentang tahlilan, penulis tidak memiliki data tentangnya. Namun melihat dari segi tokohnya seperti A. Hassan, maka besar kemungkinan bahwa mereka menolak tahlilan.

Menurut penuturan sahabat penulis yang sering aktifi dikajian Persis mengatakan bahwa persis tidak menyetujui tahlilan namun apabila ada tetangga yang mengundang maka mereka hadir untuk menjaga ukhuwah .

Jika ada yang berkenan menambahkan, penulis sangat berterima kasih dan semoga Allah membalas kebaikan kalian. Amiin. 

Wallahu A'lam []
al-Faqir Ats-Tsauriy (Bangkalan)


 
 sumber : http://ashhabur-royi.blogspot.com

Ditulis Oleh : ircham yahya // 9:28 AM
Kategori:

24 komentar:

  1. PERSIS tidak menyetujui tahlilan.
    Jika diundangpun, mereka tidak akan datang.

    ReplyDelete
  2. Nabi memiliki beberapa anak, yang anak laki2 semua

    meninggal sewaktu masih kecil. Anak-anak perempuan

    beliau ada 4 termasuk Fatimah, hidup sampai

    dewasa.
    Ketika Nabi masih hidup, putra-putri beliau yg

    meninggal tidak satupun di TAHLIL i, kl di do'akan

    sudah pasti, karena mendo'akan orang tua,

    mendo'akan anak, mendo'akan sesama muslim amalan

    yg sangat mulia.

    Ketika NABI wafat, tdk satu sahabatpun yg TAHLILAN

    untuk NABI,
    padahal ABU BAKAR adalah mertua NABI,
    UMAR bin KHOTOB mertua NABI,
    UTSMAN bin AFFAN menantu NABI 2 kali malahan,
    ALI bin ABI THOLIB menantu NABI.
    Apakah para sahabat BODOH....,
    Apakah para sahabat menganggap NABI hewan....

    (menurut kalimat sdr sebelah)
    Apakah Utsman menantu yg durhaka.., mertua

    meninggal gk di TAHLIL kan...
    Apakah Ali bin Abi Tholib durhaka.., mertua

    meninggal gk di TAHLIL kan....
    Apakah mereka LUPA ada amalan yg sangat baik,

    yaitu TAHLIL an koq NABI wafat tdk di TAHLIL i..

    Semua Sahabat Nabi SAW yg jumlahnya RIBUAN,

    Tabi'in dan Tabiut Tabi'in yg jumlahnya jauh lebih

    banyak, ketika meninggal, tdk ada 1 pun yg

    meninggal kemudian di TAHLIL kan.

    cara mengurus jenazah sdh jelas caranya dalam

    ISLAM, seperti yg di ajarkan dalam buku2 pelajaran

    wajib dr SD - Perguruan tinggi. Termasuk juga tata

    cara mendo'akan Orang tua yg meninggal dan tata

    cara mendo'akan orang2 yg sdh meninggal dr kaum

    muslimin.

    Saudaraku semua..., sesama MUSLIM...
    saya dulu suka TAHLIL an, tetapi sekarang tdk

    pernah sy lakukan. Tetapi sy tdk pernah mengatakan

    mereka yg tahlilan berati begini.. begitu dll.

    Para tetangga awalnya kaget, beberapa dr mereka

    berkata:" sak niki koq mboten nate ngrawuhi

    TAHLILAN Gus.."
    sy jawab dengan baik:"Kanjeng Nabi soho putro

    putrinipun sedo nggih mboten di TAHLILI, tapi di

    dongak ne, pas bar sholat, pas nganggur leyeh2,

    lan sakben wedal sak saget e...? Jenengan Tahlilan

    monggo..., sing penting ikhlas.., pun ngarep2

    daharan e..."
    mereka menjawab: "nggih Gus...".

    sy pernah bincang-bincang dg kyai di kampung saya,

    sy tanya, apa sebenarnya hukum TAHLIL an..?
    Dia jawab Sunnah.., tdk wajib.
    sy tanya lagi, apakah sdh pernah disampaikan

    kepada msyarakat, bahwa TAHLILAN sunnah, tdk

    wajib...??
    dia jawab gk berani menyampaikan..., takut timbul

    masalah...
    setelah bincang2 lama, sy katakan.., Jenengan

    tetap TAHLIl an silahkan, tp cobak saja

    disampaikan hukum asli TAHLIL an..., sehingga

    nanti kita di akhirat tdk dianggap menyembunyikan

    ILMU, karena takut kehilangan anggota.., wibawa

    dll.

    Untuk para Kyai..., sy yg miskin ilmu ini,

    berharap besar pada Jenengan semua...., TAHLIL an

    silahkan kl menurut Jenengan itu baik, tp sholat

    santri harus dinomor satukan..
    sy sering kunjung2 ke MASJID yg ada pondoknya.

    tentu sebagai musafir saja, rata2 sholat jama'ah

    nya menyedihkan.
    shaf nya gk rapat, antar jama'ah berjauhan, dan

    Imam rata2 gk peduli.
    selama sy kunjung2 ke Masjid2 yg ada pondoknya,

    Imam datang langsung Takbir, gk peduli tentang

    shaf...

    Untuk saudara2 salafi..., jangan terlalu keras

    dalam berpendapat...
    dari kenyataan yg sy liat, saudara2 salfi memang

    lebih konsisten.., terutama dalam sholat.., wabil

    khusus sholat jama'ah...
    tapi bukan berati kita meremehkan yg lain.., kita

    do'akan saja yg baik...
    siapa tau Alloh SWT memahamkan sudara2 kita kepada

    sunnah shahihah dengan lantaran Do'a kita....

    demikian uneg2 saya, mohon maaf kl ada yg tdk

    berkenan...
    semoga Alloh membawa Ummat Islam ini kembali ke

    jaman kejayaan Islam di jaman Nabi..., jaman

    Sahabat.., Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in
    Amin ya Robbal Alamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha bedane nopo???pak..
      tahlilan niku nopo nyimpang tho???

      Delete
  3. Assalamu'alaikum

    Buat semuanya
    Mari kita terus mengaji, menuntut ilmu agama agar tahu mana yang shoheh, mana yang nggak shoheh, Nabi meninggalkan dua hal yang kalau kita berpegang kepada keduanya pasti selamat, AL-QUR'AN dan AL-HADITS,
    Kalau sahabat adalah kaumnya nabi Muhammad SAW yang paling baik, contoh pengamalan dari wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sampai2 diantara mereka ada yang dijamin sorga, maka marilah kita beragama mengikuti model para sahabat yang sudah jelas selamat.

    Amal kita di dunia adalah invest kita diakherat nanti, kalo amal kita betul diridhoi Alloh, maka kita selamat, kalo amal kita salah, justru kita bisa mendapat adzab (silahkan anda baca surat al-ghosiyah).
    Masalah Kenduri arwah, silahkan yang meyakini sunnah, carilah hadisnya atau atsar para sahabat, kalau memang ada dalilnya pastilah sahabat sudah melakukan, juga tabi'in dan tabi'ut tabi'in.

    Nabi SAW juga bersabda من عمل عملا ليس عليه امرنا فهوراد (selengkapnya silahkan baca hadis Arbain Nawawi)
    Maka dari itu marilah kita terus perbaiki amal-amal kita, dengan terus banyak belajar agama islam, belajar agama hukumnya wajib bagi setiap muslim/mat, jangan pernah merasa cukup dengan yang ada pada diri kita sekarang, karena akherat kita tidak ada tidak pada kedudukan, kekayaan, fisik, nasab kita, tapi ada di amalan kita.

    Semoga yang sedikit ini bermanfaat, mohon maaf kalau ada salah

    Wassalamu'alaikum

    Abdulloh

    ReplyDelete
  4. Tahlilan sama dengan berdoa, yang doa'nya diperuntukkan bagi mereka yang sudah meninggal. Dan berdoa untuk mereka yg sudah meninggal itu sangat dianjurkan, kendati caranya berbeda tapi pada hakikatnya sama, BERDOA.

    ReplyDelete
  5. terima kasih telah ikut meramaikan blog ini
    mohon maaf jika ada penulisan kata yang kurang tepat/kurang berkenan bagi agan-agan semua, di sini saya hanya mencoba menyampaikan informasi.

    semoga kita tetap berada di jalan yg di Ridhoi Allah SWT,Amiin.

    ReplyDelete
  6. "Tahlilan" itu yg diributkan istilahnya saja padahal ia adalah berdo'a (bisa bersama2 atw sendiri2). Adapun dalam pelaksanaannya ada makanan, berkat, keterikatan waktu, dsb, itu bukanlah bagian dari hakekat "tahlil"/berdo'a. hal2 spt itu yg prlu diluruskan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kang....tahlilan itu baik...orng tahlilan prnahkh diajari untuk berkelahi..
      bacaannya jg ttep dari dlu sama...gk d ayat yg dprbaharui...
      Ribet bgt orang sekarang...

      Delete
  7. Untuk mas-mas yang menamakan " PULSA MURAH " nama tahlil diambil kalimat " LI'ilaaha illallooh " diantara dzikir yang paling dominan dan paling besar pahalanya sehhingga diambil sebuah nama yang bermnama tahlil, sumbernya hadist kudsi kedudukannya diatas hadist shiheh,As-Syairozi, tak satupun dalil tahlil yang menyimpang dari Qur'an hadist, kalau anda menemukan bukti silahkan jawab saja, jangan-jangan cuma nguping saja. Menganai Rosul tidak pernag tahlil pada putrany, apakah anda pernah bersama Rosul ? bukankah itu hanya fitnah saja ? " BAHWA TAHMID,TASBIH DAN TAHLIL MERUPAKAN SHODEKO KEPADA MAYYIT " ( shoheh Muslim 1674 ) dan tida sedikit Qur'an Hadist yang menjelaskannya.

    ReplyDelete
  8. Untuk mas Robi, yang dikatakan bid'ah amalan yang tidak ada contoh dari Nabi, masak tahli dalilnya satu gudang dikatakan bid'ah, mengenaikenduri cuma nama dari bahasa jawa kalau dibahasa arabkan mendo'akan, dibunkus dala sebuah nama TAHLIL sedangkan yang dibaca Qur'an Hadist bentuk dzikir tadi jangn gampang difitnah selidiki dulu, selengkapnya kli blogthohiranam.blogspot.com ttg tahlil setelah bid'ah hasanah semoga semakin faham.

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabrokatuh

    Untuk penjelasan dan dalil tentang tahlilan bisa dilihat di link situs ini :
    http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=266
    http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=566
    http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=282

    Semoga ada pencerahan ... aamiin.

    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    ReplyDelete
  10. demikian pentingkah tradisi yg bernama tahlilan sampai menjadi perdebatan berkepanjangan.jadi pembahasan bertahun2.sementara masalah yang jelas2 wajib malah sering di lupakan?berapa persenkah muslim kita yg mengelurkan zakatnya?sementara hukum allah di campakkan di negeri yg konon negaranya para wali dan ulama?di gantikan hukum sekuler jang jelas2 hukum buatan manusia kafir.kl yg di sebut aswaja adalah yang melakukan tahlilan sementara yang lain bukan betapa sedikitnya penghuni sorga.hanya berisi orang2 jatim dan sekitarnya

    ReplyDelete
  11. saya tidak menentang tahlilan jika tdk dipas-paskan dengan ritual saudara kita yang beragama hindu, orang hindu mendo'akan atau memperingati yang meninggal setelah 3 hari 7 hari 25 hari 100 hari dan seterrusnya, Nah kok kita ikut-ikutan seperti itu apa dasar hukumnya mohon dicarikan buktinya baik itu waktu pada zaman nabi dan sahabat atau pun para tabi'in dan tabi'it tabi'in, mendo'akan yang meninggal itu baik tapi sampai dikatakan orang-orang hindu orang islam turut melestarikan ritual hindu.

    ReplyDelete
  12. PERHATIKAN DG SEKSAMA:
    Sebenar benar perkataan adalah hadis dan sebaik baik petunjuk hidup adalah petunjuk muhammad , dan setiap perkara baru adalah sesat dan setiap sesat tempatnya di neraka . Mari kita padukan dalil diatas dg hadist rasul yg berbunyi : akan ada dari kaumku nanti yang melakukan sunnah bukan sunahku dan petunjuk hidup yg bukan berasal dari ku , menukil dari sebuah kitab hadist hadist shahih yg berasal dari abu hudzaifah rahimahullah ( dan terbukti bahwasanya golongan NU telah melakukan sunah yg bukan sunah rasul yaitu tahlilan , dan mereka menganggap golongan mereka Ahlussunnah wal jam'aah padahal mereka adalah Ahlull bid'ah wal inkarussunnah .... Hati hati NU SESAT

    ReplyDelete
  13. Sya hanyalah orang awam yg masih kurang dengan ilmu,saya orang yg melakukan upacara tahlilan dan sya hanya ingin tau apakah yg saya lakukan baik.... saya hanya ingin menanyakan apakah nabi pernah melakukan upacara tahlilan ? sya hanya ingin mengislamkan diri saya dengan islam dari Allah dan utusannya Muhammadd S.A.W,, saya tidak ingin islam hanya karna orang tua(keturunan) saya hany ingin membenarkan kata kata yg pernah sy ucapkan(ASYHADU'ALLAAILAAHA'ILLALLAAH WA'ASYHADU'ANNAMUHAMMADARRASUULULLAAH.... saya tunggu jawabannya yg berdasarkan dalil yg shahih dan munculkan ayat dari Al Qur'an yg membenarkan. ... terima kasih

    ReplyDelete
  14. Ass. Wr. Wb.
    Dengan mempertajam perbedaan, tak ubahnya seseorang yang suka menembak burung di dalam sangkar. Padahal terhadap Al-Qur’an sendiri memang terjadi perbedaan pendapat. Oleh sebab itu, apabila setiap perbedaan itu selalu dipertentangkan, yang diuntungkan tentu pihak ketiga. Atau mereka sengaja mengipasi ? Bukankah menjadi semboyan mereka, akan merayakan perbedaan ?
    Kalau perbedaan itu memang kesukaan Anda, salurkan saja ke pedalaman kepulauan nusantara. Disana masih banyak burung liar beterbangan. Jangan mereka yang telah memeluk Islam dicekoki khilafiyah furu’iyah. Bahkan kalau mungkin, mereka yang telah beragama tetapi di luar umat Muslimin, diyakinkan bahwa Islam adalah agama yang benar.
    Ingat, dari 87 % Islam di Indonesia, 37 % nya Islam KTP, 50 % penganut Islam sungguhan. Dari 50 % itu, 20 % tidak shalat, 20 % kadang-kadang shalat dan hanya 10 % pelaksana shalat. Apabila dari yang hanya 10 % yang shalat itu dihojat Anda dengan perbedaan, sehingga menyebabkan ragu-ragu dalam beragama yang mengakibatkan 9 % meninggalkan shalat, berarti ummat Islam Indonesia hanya tinggal 1 %. Terhadap angka itu Anda ikut berperan, dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Astaghfirullah.
    Wass. Wr. Wb.
    hmjn wan@gmail.com

    ReplyDelete
  15. Kita semua tau tahlil/tahlilan itu adalah warisan dari para wali yang telah berjasa menyebarkan ajaran islam di indonesia terutama di pulau jawa, Dalam buku Kisah dan Ajaran Wali Songo yang ditulis H. Lawrens Rasyidi dan diterbitkan Penerbit Terbit Terang Surabaya juga mengupas panjang lebar mengenai masalah ini. Dimana Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Gunungjati dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan mengenai adat istiadat dengan Sunan Ampel, Sunan Giri dan Sunan Drajat (kaum putihan). Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat lama seperti selamatan, bersaji, wayang dan gamelan dimasuki rasa keislaman.
    Sunan Ampel berpandangan lain: “Apakah tidak mengkhawatirkannya di kemudian hari bahwa adat istiadat dan upacara lama itu nanti dianggap sebagai ajaran yang berasal dari agama Islam? Jika hal ini dibiarkan nantinya akan menjadi bid’ah?” Sunan kudus menjawabnya bahwa ia mempunyai keyakinan bahwa di belakang hari akan ada yang menyempurnakannya. (hal 41, 64)

    ReplyDelete
  16. Wow.. Seru.. Serahkn sj sm allah swt.. Mau bid'ah mau tidak.. Sy tetap tahlilan.. Krn tahlil isi dan maksudnya baik.. Sm spt ibadah brjamaah.. Mengenai makanan jg gk ada yg merasa di beratkan kok.. Malah jika kluarga saya ada yg mninggal trus banyak org yg dtng tahlilan kita malah terhibur krn ada teman2 yg mngunjungi tatkala dpt musibah.. Bahkan mendoakan kluarga serta yg meninggal.. Kalo gk tahlilan gk kbayang gmn rasanya dpt musibah tp tdk ada yg pduli.. Makanan jg tdk d haruskn.. Seadanya aja.. Yg mampu ya mewah yg tidak mampu ya kadang air minum aja.. Yg dtg tahlilan jg gk smuanya berniat cari mknan.. Mreka cari pahala coy.. Mmg ada yg cm bwt mknan.. Itukan org yg imannya dikit.. Tp ktimbang cari makanan bobol warung org kn mendingan tahlilan.. Sesungguhnya amal perbuatan itu trgantung niat.. Dan niat itu cuma kt sndiri dn allah swt yg mengetahuinya.. Jd gk usah nyalah2in org.. Diri sendiri aja blum tentu bener..

    ReplyDelete
  17. Sy setuju tahlilan & maulidan bid'ah jika dlm acara tersebut bacaannya jelek2.. Makanan dan minumannya haram.. Serta ada pengajian mengkafirkan sesama muslim.. Ato ada ritual menyembah berhala serta ada penari telanjangnya.. Tp kalo sprti yg d wariskan para ulama' NU sy rasa gk ada salahnya.. Gk ada ulama' yg mewajibkn ato mensunnahkn tahlilan & maulidan.. Yg ada isi tahlilan & maulidan itu sbenernya kumpulan ibadah dan sunnah2 dr nabi muhammad saw. Spt pujian kpd allah dn rasulnya.. kalimat2 toyyibah.. Dn ibdh2 lain yg d kemas dlm sbuah tradisi masyarakat.. Serta menyambung tali sillaturrahmi sesama ummat.. Serta meningkatkan rasa persatuan.. Trus bid'ahnya dmn..? Krn nabi tdk prnh tahlilan ato maulidan..? Kalo bgitu nabi jg tdk prnh mkn nasi.. Brarti kt tdk boleh dong mkn nasi.. Nabi tdk prnh naik motor brarti kt hrus naik onta dong.. Nabi tdk prnh buka internet brarti internet bid'ah dan sesat.. Dn harus d tumpas.. Yg bgus itu ya mengkafirkan sesama muslim biar rame, dmn2 ada perang saudara.. Ulama' trdahulu mati2an mengislamkn nusantara.. Eeehh kalian malah mati2an mengkafir2kan nusantara..
    Gmn sih..?? Mas wahab ini.. Kira2 bginilh pndpt sy sbgai org awam..

    ReplyDelete
  18. Lu" pde kya hidup di jaman nabi...
    Maen bid'ah2xn org jee!!!
    Lu jee udh jls" bid'ah...
    Krna kg ada djaman nabi...

    ReplyDelete
  19. Lu" pde kya hidup di jaman nabi...
    Maen bid'ah2xn org jee!!!
    Lu jee udh jls" bid'ah...
    Krna kg ada djaman nabi...

    ReplyDelete
  20. Yang silaturahim baik, yang baca doa bagus, yang shadaqah mulia, yang mencari cari salahnya orang belum tentu benar

    ReplyDelete